Senin, 12 Oktober 2009

Sejarah Public Relation

1. Sejarah

Istilah Public Relation sebenarnya baru dikenal pada abad ke-20, namun gejalanya sudah tampak pada abad-abad sebelumnya bahkan pada sejak manusia masih primitive. Dimana unsur-unsur dasarnya adalah memberikan informasi, membujuk, dan mengintegrasikan kepada khalayak atau public sudah terjadi pada kehidupan masyarakat zaman dahulu, contohnya Cleopatra dengan keindahannya sebagai ratu menerapkan kegiatan Public Relations sewaktu menyambut Marc Anthony ditepi sungai Nil. Selain itu, pada zaman kejayaan Mesir kuno Public Relation dilaksanakan para pemimpin dan penguasanya malalui seni dan sastra dalam bentuk pyramid, Obelisk, Candi, Spink, atau patung-patung lainnya mengenai keagungan dan keindahan raja.

Suatu langkah maju kegiatan Public Relation terlihat pada abad pertengahan dimana timbul perserikatan-perserikatan dagang yang disebut Gilda yang merupakan suau organisasi dari orang- orang yang bermata-pencaharian sama dengan tujuan untuk membatasi persaingan dari dalam dan dari luar. Sejalan dengan itu, perkembangan public relation di dunia pun semakin cepat dan pesat yang dapat dibagi menjadi beberapa fase perkembangan antara lain, perkembangan demokrasi, revolusi industri, perkembangan Serikat-serikat Buruh dan public relation modern.

a. Perkembangan Demokrasi

Kegiatan-kegiatan Public Relation pada abad pertengahan diperluas dengan adanya perkembangan kehidupan demokrasi. Dimana sifat-sifat merdeka, sama derajat, dan mamiliki harga diri dan pengaruh terhadap kehidupan perdagangan sangat penting. Perkembangan Public Relation pada masa ini didorong oleh adanya Revolusi Amerika pada tahun 1775 yang menyatakan dasar-dasar bagi demokrasi baru. Guna terwujud cita-cita itu diperlukan suatu badan khusus yang bertugas memelihara hubungan antara kedua belah pihak, yaitu pemerintah dan rakyat yang disebut Public Relation.

b. Revolusi Industri

Revolusi Industri diawal abad 19 ikut pula mendorong perkembangan public relations terutama pada kemajuan perniagaan dan ekspansi perdagangan. Kegiatan Pulic Relation dilaksanakan dilaksanakan secara langsung (face to face), atau kontak pribadi (personal contact), yang sampai sekarang merupakan cara berkomunikasi yang baik dalam melaksanakan Public Relation.

c. Perkembangan Serikat-serikat Buruh

Dengan perkembangan serikat buruh dan kesediaan majikan untuk menyesuaikan diri pada perkembangan demokrasi, maka hubungan harmonis antara majikan dengan buruhnya dapat terwujud sehingga kehidupan persahaan pun dapat terjamin, dan berdampak pada tumbunhnya sikap positif dari publiknya. Dalam hal ini terwujudlah suatu Public Relation yang terorganisir dan merupakan badan penghubung dalam kehidupan perusahaan terkait.

d. Public Relation Modern

Sejalan dengan perkembangan komunikasi, kegiatan public relation pun semakin banyak digunakan, dipelajari, dan diteliti. Public relation dari berbagai badan, perusahaan, ataupun instansi-instansi dalam masyarakat mendapat tugas untuk senantiasa mangikuti dan menganalisa mesalah-masalah yang timbul, baik dari dalam badan itu sendiri maupun dari Publiknya. Perkembangan tersebut mendorong lahirnya Public Relation dalam bentuk moderrn di USA.

Perkembangan Public Relation sampai sekarang tidak terlepas dari dua orang bapak Public Relation yakni Ivy Ledbetter Lee dan Edward L. Bernays. Kedua ilmuwan ini peletak dasar munculnya Public Relation modern. Kegiatan yang dilakukan Lee pada tahun 1906 dinamakan Declaration of principles ( deklarasi asas-asas) yang pada hakikatnya menyatakan bahwa keberadaan publik tidak bisa dianggap enteng oleh menajemen dan pers. Sedangkan Edward (1891-1995) dikenal sebagai bapak Public Relation kerena menerbitkan buku-buku public relation classic Cutlip-Center, Effective Public Relations, yang diacu sebagai Al kitab public relation.


Berikut gambaran kronologis public relation ( PR ) di dunia:

* Abad ke-19 : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri didasarkan pada perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

* 1865-1900 : Publik masih dianggap bodoh.

* 1900-1918 : Publik diberi informasi dan dilayani.

* 1918-1945 : Publik diberi pendidikan dan dihargai.

* 1925 : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi.

* 1928 : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal difakultas sebagai mata kuliah wajib. Disamping itubanyak diadakan kursus-kursus yang bermutu.

* 1945-1968 : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui.

* 1968 : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu. Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.

* 1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu aspek saja.

* 1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam perubahan mental dan kualitas.

* 1990-sekarang :

a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional.
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional.
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi.


Sebagai tambahan, perkembangan public relation pada saat ini pun telah berkembang menjadi public relation on the internet dimana banyak perusahaan public relation membuat media dengan jangkauan yang luas untuk mengirim pesan secara langsung kepada konsumen dan menanggapi keluhan konsumen. Sejumlah perusahaan membuka situs World Wide Web ( WWW ), yang pertama kali didirikan pada musim semi tahun 1995 oleh Edelmen Public Relation World Wide dan Fleischman-Hillard. Kegunaan dari pelayanan ini adalah untuk pembuatan News letter elektronik, pengiriman pesan kepada khalayak sasaran, aplikasi internet dan web one to one dalam kegiatan marketing dan komunikasi.

2. Perkembangan Public Relations di Indonesia

a. Perkembangan Public Relation Pada Masa Kerajaan

Pada dasarnya praktik public relation sudah ada di Indonesia sebelum kedatangan Belanda. Hal ini terbukti bahwa, pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia yaitu pada masa kerajaan Mataram dimana adanya usaha penembahan Senopati untuk menyebarkan ”gosip” bahwa keturunannya akan menjadi pasangan dan lindungan Nyai Roro Kidul. Menurut salah satu versi sejarah, usaha itu dimaksudkan untuk menyaingi pengaruh pada adipati di pesisir utara Jawa yang kekuasaannya drestui oleh para Sunan atau Wali yang sangat disegani.

b. Perkembangan Public Relation Pada Masa Kemerdekaan

Ketika merumuskan konstitusi, ada banyak jurnalis atau wartawan yang menunggu kelanjutan peritiwa setelah proklamasi kemerdekaan sehari sebelumnya. Akhirnya pertemuan itu ditunda untuk memilih presiden dan wakil presiden pertama Indonesia dan diumumkan kepada para jurnalis yang ada. Itu, fase media relations yang penting.

Ketika perang kemerdekaan, adalah Soedarpo Sastorsatomo yang mengelola media relations sebagai Menteri Penerangan. Ia mengelola media relations di dalam negeri hingga mendukung diplomasi di PBB, termasuk untuk mengemas citra Indonesia di luar negeri. RRI juga disebut sebagai bagian dari aktivitas public relation ketika mengeluarkan program siaran luar negeri, yang kini pemancarnya ada di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ada pula upaya untuk membantu India dalam mengatasi kelaparan dalam Program Rice for India, sekalipun Indonesia belum memiliki surplus beras.

c. Perkembangan Public Relation Pada Masa Orde Baru

Setelah perang kemerdekaan, mulai berdatangan beberapa perusahaan minyak diantaranya Shell, Stanvac, Caltex. Sebagai perusahaan multinasional, mereka memiliki organ bernama public relation. Dimana S. Maimoen, R Imam Sajono dan Soedarso yang di tahun 1950-an mulai dikenal sebagai PR Officer yang berlatar belakang dari kalangan jurnalistik. Tahun 1954, Garuda Indonesian Airways mulai mengembangkan unit public relation. Di tahun 1955, Mabes Polri menjadi institusi pemerintah pertama yang memiliki unit public relation. Kemudian diikuti oleh RRI. Sekalipun demikian, beberapa angkatan bersenjata juga memiliki unit informasi yang dibawa kontrol presiden waktu itu. Di tahun 60-an, istilah ”purel” sebagai akronim public relations makin populer digunakan ketimbang term kehumasan.

Konsultan public relation “Pertama” Adalah PT Inscore Zecha yang dipimpin M. Alwi Dahlan tercatat sebagai konsultan public relation pertama yang berdiri di Indonesia tahun 1972. Kebanyakan mereka mengelola kepentingan publisitas dalam bentuk iklan. Sejak tahun 1970, sekitar 20 tahun national Development Information Office mendukung pengelolalaan public relation pemerintah RI untuk dunia internasional.

Universitas Padjajaran menjadi universitas pertama yang membuka Fakultas Public Relations di tahun 1964 dengan ibu Oemi Abdulrachman yang menjadi dekannya. Setelah itu, banyak berkembang pendidikan public relation dalam bentuk program studi hingga pendidikan di tingkat diploma. Tanggal 15 Desember 1972 merupakan momen deklarasi asosiasi public relation Indonesia yaitu Perhumas yang dihadiri oleh beberapa PRO perusahaan minyak dan konsultan serta akademisi term Asosiasi PR.

Di tahun 1974 posisi unit public relation dalam organisasi pemerintah sudah mulai dipegang pejabat eselon III. Beberapa tahun kemudian meningkat menjadi eselon II. Karena itulah di tahun 1974 ada Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) yang diketuai Direktur Humas Pembangunan Menteri Penerangan.
Dalam pertemuan di Kuala Lumpur, 26 Oktober 1977, Perhumas bersama asosiasi humas di negara-negara ASEAN bergabung dalam Federasi Organisasi public relation ASEAN dan menggelar Kongres PR Asean pertama di tahun 1978 di Manila. Pada tanggal 10 April 1987, Asosiasi Perusahaan public relation Indonesia dibentuk suatu wadah profesi Humas yg disebut APPRI ( Assosiasi Perusahaan Public relation Independen ) yang mempunyai tujuan :

1. Mewujudkan fungsi PR yang jujur,Bertanggung jawab sesuai dengan kode etik

2. Memberi Informasi terhadap Klien bahwa APPRI memberi Nasehat dalam PR
3. Mengembangkan kepercayaan umum atas public relation
Dan kemudian tanggal 11 November 2003, tercatat sebagai kelahiran PR Society Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar